Senin, 22 Mei 2017

My City

Kota Pariaman adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini berjarak sekitar 56 km dari kota Padang atau 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau. Kota Pariaman merupakan hamparan dataran rendah yang landai terletak di pantai barat Sumatera dengan ketinggian antara 2 sampai dengan 35 meter di atas permukaan laut dengan luas daratan 73,36 km² dengan panjang pantai ± 12,7 km serta luas perairan laut 282,69 km² dengan 6 buah pulau-pulau kecil di antaranya Pulau Bando, Pulau Gosong, Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak.Kota Pariaman merupakan daerah yang beriklim tropis basah yang sangat dipengaruhi oleh angin barat dan memiliki bulan kering yang sangat pendek. Curah hujan pertahun mencapai angka sekitar 4.055 mm (2006) dengan lama hari hujan 198 hari. Suhu rata-rata 25,34 °C dengan kelembaban udara rata-rata 85,25 dan kecepatan angin rata-rata 1,80 km/jam[6].


Kota Pariaman resmi berdiri sebagai kota otonom pada tanggal 2 Juli2002 berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2002 tentang pembentukan kota Pariaman di provinsi Sumatera Barat[7]. Sebelumnya kota ini berstatus kota administratif dan menjadi bagian dari kabupaten Padang Pariaman berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 33 Tahun 1986 yang diresmikan tanggal 29 Oktober1987 oleh MendagriSoepardjo Rustam dengan Walikota pertamanya Drs. Adlis Legan (1987-1993).


Kota Pariaman terdiri atas empat kecamatan:
Kota Pariaman memiliki 71 (tujuh puluh satu) Kelurahan/Desa yang tergabung dalam 12 (dua belas) Kenagarian.Sampai tahun 2008 tercatat 2.952 orang pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan pemerintah kota Pariaman, dengan rincian 54 orang berpendidikan Pasca Sarjana, 1.049 orang Sarjana, 761 orang dengan pendidikan Diploma III, 319 orang D II, 510 orang dengan pendidikan SLTA, 24 orang lulusan SLTP dan 16 orang lulusan SD.Kota Pariaman memiliki pantai landai dengan pesona yang indah, saat ini resort wisata telah dibenahi oleh pemerintah kota setempat dalam usaha pengembangan sektor pariwisatanya. Objek wisata pantai Pariaman di antaranya adalah pantai Gandoriah yang berlokasi di depan stasiun kereta api Pariaman, Pantai Kata di Taluk-Karan Aur, Pantai Cermin di Karan Aur, Pantai Belibis di Naras dan memiliki Pusat Penangkaran Penyu pertama dan satu-satunya di Sumatera Barat di Pantai Penyu, Apar, Kec. Pariaman Utara. Selain itu Kota yang bermotto Sabiduak Sadayuang ini juga memiliki 5 (lima) pulau kecil yang tak berpenghuni yang tengah dikembangkan sarana dan prasarananya sebagai destinasi wisata oleh Pemkot Pariaman di antaranya Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak, Pulau Tangah, Pulau Ujung dan Pulau Gosong.
Kota ini juga dikenal dengan pesta budaya tahunan tabuik yang prosesi acaranya diselenggarakan mulai dari tanggal 1 Muharram sampai pada puncaknya tanggal 10 Muharram setiap tahunnya. Saat ini terdapat 2 museum rumah Tabuik yakni Rumah Tabuik Subarang di Jl. Imam
Setiap Minggu pagi, Jalan Imam Bonjol salah satu jalan protokol di Kota Pariaman mulai dari Simpang Lapai Cimparuh sampai ke Simpang LLAJ Lama disterilkan dari arus kendaraan untuk kegiatan car free day.

Berikut wisata yang bisa anda kunjungi di kota pariaman :

1.MONUMEN PERJUANGAN TNI ANGKATAN LAUT KOTA PARIAMAN


Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Ade Supandi berencana akan meresmikan tugu Monumen Perjuangan TNI Angkatan Laut yang berada di ujung Muaro Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Peresmian tersebut rencana akan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Maret 2017.
Hal ini disampaikan oleh ketua panitia peresmian monumen perjuangan TNI AL Pariaman Kolonel laut. Nanang W, dalam rapat persiapan di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Jum’at (27/1).
Ia mengatakan bahwa kedatangan KASAL ke Kota Pariaman perlu persiapan yang matang bersama Pemerintah Kota Pariaman sehingga waktu yang singkat tersebut dapat digunakan dengan efektif.
“Kalau tak ada perubahan, KASAL Laksamana Ade Supandi akan datang pada tanggal 8 Maret 2017, tapi pastinya setelah Bapak Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman bertemu dengan Bapak KASAL di Jakarta dalam Minggu depan,” jelasnya.
Rapat Koordinasi persiapan peresmian monumen tersebut dipimpin langsung oleh Sekdako Pariaman, Indra sakti dan dihadiri oleh Asisten III Lanefi, Kepala SOPD dan Pejabat Struktural Lantamal II bertujuan untuk menyatukan pandangan dan konsep pelaksanaan kegiatan kedatangan KASAL.
“Untuk random acara yang ditawarkan sebagian besar sama dengan konsep Pemko, namun khusus untuk pemberian gelar kehormatan (Datuak) pada KASAL perlu di bicarakan dahulu dengan LKAAM sesuai dengan ketentuan adat,” imbuh Sekdako Pariaman, Indra sakti.
Dalam random acara pada hari “H” direncanakan KASAL Ade Supandi akan sampai di BIM pada pukul 10.00 dan disambut langsung oleh Gubernur, Forkopimda Propinsi, Walikota Pariaman dan sampai di Pariaman jam 11.00 disambut oleh Wakil Walikota, Genius Umar bersama unsur terkait.
Jam. 11.40 pengukuhan gelar adat (bila di bolehkan oleh ketentuan adat) dan makan bajamba. 14.00 peresmian monumen oleh KSAL, 15.40. menuju jalan dan jembatan yang baru selesai dibangun Pemerintah Kota Pariaman pada tahun 2016 dan rencananya akan diberi nama jalan Jalesveva Jaya Mahe.
2.TAMAN ANAS MALIK


Taman anas malik yang terletak di desa lohong, pariaman tengah, kota pariaman. Taman ini masih menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu libur mereka. Di taman anas malik ini, wisatawan dapat menikmati rindangnya taman dengan pondok-pondok kecil sebagai rumah bermain.

Tidak hanya itu, ditaman ini pengunjung juga dapat bersepada, yang disediakan oleh jasa rental sepeda. Taman ini juga telah didisign sedemikian rupa agar setiap pengunjung dapat mentgelilingi taman dengan bersepeda.Di taman ini ada sebuah penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI ke Kota Pariaman yaitu sebagai kota adipura yang diberikan pada tahun 2013.


3.JEMBATAN GANDORIAH


Jika berkunjung ke Sumatera Barat jangan lupa berkunjung ke Kota Pariaman. Pariaman sudah lama menjadi tempat wisata yang selalu ramai pengunjung. Pada tahun belakangan ini Pemerintah Kota Pariaman telah banyak membangun dan merenovasi tempat objek wisata agar membuat pengunjung senang dan nyaman berlibur ke Pariaman. 
Selain pentas seni dan lapangan bermain di pantai Pariaman ada satu lagi objek wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di daerah Sumatera Barat dan luar daerah Sumatera Barat yaitu Jembatan Lampu Gandoriah. 

Pembangunan Jembatan Lampu Gandoriah ini di mulai kira-kira sejak tahun 2016 dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan sekitar akhir Desember 2016. Ada dua buah jembatan yang di bangun oleh Pemkot Pariaman ini dan memiliki bentuk dan design arsitektur yang berbeda namun keduannya memiliki keindahan yang bisa di bilang lebih indah dari objek wisata lainya karena menjadi tujuan nomor 1 oleh wisatawan saat ini.

Sekarang ini lebih banyak pengunjung yang datang saat malam hari dibandingkan waktu sebelumnya. Karena Jembatan Gandoriah memancarkan keindahannya saat malam hari. Tidak hanya pemandangan di atas jembatan saja namun dilihat dari kejauhan pun jembatan ini sangat terang dan serasa memanggil untuk dikunjungi.

Tidak hanya pemuda-pemudi saja yang datang namun juga banyak sekeluarga yang ingin menikmati pemandangan Jembatan Gandoriah ini. Admin juga penasaran dan mengunjungi objek wisata tersebut pada malam hari dan mendapat foto pemandangan yang bagus.






4.PENTAS GANDORIAH



Pentas ini beralamat di dekat pantai gandoriah.Pentas ini biasa digunakan untuk perlombaan seperti pariaman fashion parade,tabligh akbar pas tahun baru.


5.TAMAN PANTAI GANDORIAH



Taman ini bisa anda gunakan untuk rekreasi bersama keluarga dan taman ini bisa tempat berselfie bersama keluarga atau sama pacar atau sama mantan atau sama gebetan,dan lain-lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar